Rabu, 25 Januari 2012

DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP MASYARAKAT INDONESIA

Dampak Globalisasi ekonomi positif dan dampak globalisasi negatif menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dunia usaha. Ketika kita berfikir menjadi pengusaha dan memanfaatkan setiap peluang usaha yang kita miliki sebenarnya saat itu kita masuk kedalam sebuah sistem ekonomi dan yang paling populer adalah sistem ekonomi kapitalis yang menjadi bagian integral dari proses globalisasi. Ada banyak pengertian globalisasi yang secera umum mempunyai kemiripan salah satu pengertian globalisasi adalah proses yang melintasi batas negara di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain .

Sebagaimana sebuah sistem globalisasi ekonomi mempunyai dampak positif dan juga dampak negatif, terlepas dari pendapat pro globalisasi ekonomi dan kontra globalisasi ekonomi kita akan mencoba menelaah secara sederhana dampak postif globalisasi ekonomi dan dampak negatif globalisasi ekonomi.

Dampak positif globalisasi ekonomi ditilik dari aspek kreatifitas dan daya saing dengan semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor maka diharapkan tumbuhnya kreatifitas dan peningkatan kualitas produksi yang disebabkan dorongan untuk tetap eksis ditengah persaingan global, secara natural ini akan terjadi manakala kesadaran akan keharusan berinivasi muncul dan pada giliranya akan menghasilkan produk2 dalam negeri yang handal dan berkualitas.

Disisi lain kondisi dimana kapababilitas daya saing yang rendah dan ketidakmampuan Indonesia mengelola persaingan akan menimbulkan mimpi buruk begi perekonomian negeri ini, hal ini akan mendatangkan berbaga dampak negatif globalisasi ekonomi seperti membajirnya produk2 negeri asing seperti produk cina yang akhirnya mamatikan produksi dalam negeri, warga negara Indonesia hanya akan menjadi tenaga kasar bergaji murah sedangkan pekerjaan pekerjaan yang membutuhkan skill akan dikuasai ekspatriat asing, dan sudah barang tentu lowongan pekerjaan yang saat ini sudah sangat sempit akan semakin habis karena gelombang pekerja asing.

Dampak positif globalisasi ekonomi dari aspek permodalan, dari sisi ketersediaan akses dana akan semaikin mudah memperoleh investasi dari luar negeri. Investasi secara langsung seperti pembangunan pabrik akan turut membuka lowongan kerja. hanya saja dampak positif ini akan berbalik 180 derajat ketika pemerintah tidak mampu mengelola aliran dana asing, akan terjadi justru penumpukan dana asing yang lebih menguntungkan pemilik modal dan rawan menimbulkan krisis ekonomi karena runtuhnya nilai mata uang Rupiah. Belum lagi ancaman dari semakin bebas dan mudahnya mata uang menjadi ajang spekulasi. Bayangkan saja jika sebuah investasi besar dengan meilbatkan tenaga kerja lokal yang besar tiba2 ditarik karena dianggap kurang prospek sudah barang tentu hal ini bisa memengaruhi kestabilan ekonomi.

Dampak positif globalisasi ekonomi dari sisi semakin mudahnya diperoleh barang impor yang dibutuhkan masyarakat dan belum bisa diproduksi di Indonesia, alih tehnologi juga bisa terbuka sangat lebar, namun kondisi ini juga bisa berdampak buruk bagi masyarakat karena kita cenderung hanya dijadikan objek pasar, studi kasus seperti produksi motor yang di kuasai Jepang, Indonesia hanya pasar dan keuntungan penjualan dari negeri kita akan dibawa ke Jepang memperkaya bangsa Jepang. Dampak positif globalisasi ekonomi dari aspek meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga membuka lapangan kerja di bidang pariwisata sekaligus menjadi ajang promosi produk Indonesia.

Globalisasi dan liberalisme pasar dikampayekan oleh para pengusungnya sebagai cara untuk mencapai standar hidup yang lebih tinggi, namun bagi para penentangnya globalisasi hanya kedok para kapitalis yang akan semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara kaya dengannegara berkembang dan miskin. Penguasaan kapital yang lebih besar dengan menciptakan pasar global terutama di dunia ketiga yang diyakini tidak akan mampu memenuhi standar tinggi produk global akan membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang.

DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP NASIONALISME DI INDONESIA
a) Bidang Politik
Dari segi politik, globalisasi akan memberikan pengaruh positif pada pemerintahan sehingga dapat dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan merupakan bagian terpenting dari suatu negara, maka apabila pemerintahan dijalankan secara baik tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Wujud tanggapan tersebut dapat berupa semangat nasionalisme terhadap bangsa dan negara.
b) Bidang Ekonomi
Dari aspek ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
c) Bidang sosial budaya
Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
d) Globalisasi dapat memberikan pandangan pada masyarakat bahwa liberalisme dapat membawa perubahan yang baik pada mereka. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang.
e) Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
f) Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya yang cenderung meniru budaya barat.
g) Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
h) Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka pandangan masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.


PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP NILAI NASIONALISME DI KALANGAN GENERASI MUDA DI INDONESIA

Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.
Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme?
Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.
Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Globalisasi mempunyai pengaruh yang positif dan juga pengaruh negatif. Pengaruh-pengaruh tersebut tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Namun secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau bahkan hilang.
Dampak positif adanya globalisasi adalah adanya globalisasi menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional; berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju; serta tingkat kehidupan yang lebih baik dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Sedangkan dampak negatif dari adanya globalisasi diantaranya : Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran; hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri; mayarakat lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat; sikap individualistik yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga; serta kesenjangan sosial.
Cara menyikapi dampak globalisasi terhadap nasionalisme adalah kita perlu memahami pentingnya nasionalisme untuk menjaga integritas kita sebagai bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia perlu membenahi mentalitas warga masyarakatnya.Sikap mental yang kuat dan konsisten adalah salah satu bentuk konkrit yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada saat ini. Bangsa Indonesia harus bangkit kembali dengan semangat nasionalisme yang lebih besar lagi untuk menghadapi globalisasi. Kita juga perlu menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya; memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa; selektif terhadap pengaruh globalisasi di segala bidang.
CONTOH :
1. “Depok, NU Online
Ketua Umum Fatayat NU Maria Ulfa mengatakan, arus globalisasi telah membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Efeknya dirasakan langsung, terutama oleh kaum perempuan.

Hal ini disampaikannya di hadapan para peserta Rapat kerja Fatayat NU Depok Gedung MUI, Jl. Nusantara, Depok, Ahad (5/6). “Tentu, perempuan yang terkena imbasnya,” katanya.

Maria menuturkan, dampak dari globalisasi telah memunculkan Ideologi transnasional yang telah membawa banyak perubahan di masyarakat. Ideologi ini telah melahirkan pola pemikiran ekstrim baik kiri maupun kanan.

Fatayat, imbuhnya, haruslah bisa menjadi penengah diantara pemikiran tersebut. Dirinya menginginkan, agar Fatayat dapat berperan mengembalikan karakter bangsa yang disesuaikan dengan nilai-nilai lokal.

“Kita ingin membentuk karakter dengan Islam rahmatan lil ‘alamin. Islam adalah rahmat untuk alam semesta dan untuk semua orang. Bukan dimonopoli hanya milik beberapa orang,” tuturnya.

Ia menambahkan, factor lain yang terkena imbas dari globalisasi adalah ekonomi. Menurutnya, kamu perempuan paling banyak menjadi objek dalam ekonomi. Ia mencontohkan, saat kebutuhan barang yang naik tentu dari ibu yang pertama kali merasakannya.

Lebih lanjut dikatakannya, munculnya pasar modern di tengah masyarakat telah mematikan masyarakat kecil. Fenomena ini telah membuka celah antara pemodal besar dan kecil. Masyarakat Depok, lanjutnya, mau tidak mau menerima imbasnya.

Dalam kesempatan itu Ketua Fatayat NU kota Depok Dra Hj. Yuminah menuturkan, di Kota Depok masih banyak ditemui kasus gizi buruk. Untuk itu, pihaknya berusaha bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menangani hal ini.

Yumi menambahkan, banyak anggotanya memiliki potensi dan usaha yang dapat dikembangkan di masyarakat. Dengan jaringan yang ada dan melalui organisasi Fatayat yang berbasis Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah) diharapkan semua potensi dapat dimaksimalkan untuk semua lapisan masyarakat.

Acara raker tersebut, dibuka oleh Wakil Walikota Depok Yuyun Wirasaputra yang juga sebagai mustasyar Fatayat NU Depok. Tampak hadir pula, ketua komisi A DPRD Kota Depok H. Muhammad dan Ketua MUI Kota depok KH. Dimyati Badruzzaman. Turut serta ketua PCNU KH Burhanuddin Marzuki beserta badan otonom NU seperti ketua IPNU Depok Aan Humaidi. (aan)”

2. Jakarta, Seruu.com Rancangan yang di kenakan pajak 10% dari omset 60 juta/tahun bagi usaha rakyat sektor makanan atau warteg yang di berlakukan pada tahun depan oleh Pemda DKI, mendapat kritikan oleh Ranto aktivis Komunitas Gumul Juang - mahasiswa Universitas Mpu Tantular (KGJ-UMT).
“Kita sangat kecewa akan rancangan pungutan pajak yang di lakukan oleh pemda DKI Jakarta disebabkan warteg itu adalah usaha rakyat menengah ke bawah dan kebijakan ini benar-benar ngawur, seharusnya pemerintah membantu usaha rakyat untuk maju bukannya mematikannya.” ungkap Ranto Jumat (3/12)
Penerapan rancangan pajak 10% akan menyebabkan kenaikan harga bagi pelanggan warteg, hal ini pula akan menjadi persoalan bagi pengusaha warteg untuk bersaing harga dengan usaha makanan sekelas MC.Donald, KFC, Hoka-Hoka Bento.
Sebenarnya ini adalah imbas dari pasar bebas atau globalisasi, dimana pengusaha besar ingin merebut pasar dari usaha makanan dengan adanya pajak warteg dengan sendirinya para konsumen warteg atau makanan siap saji akan berpaling ke KFC, MC.Donald dan lain-lain. Bagaimana mungkin warteg dapat bersaing dengan KFC dan MC.Donald dengan harga makanan yang sama kata Ranto.
Pemerintah sudah tidak lagi berpihak kepada rakyat dan seharusnya pemerintah membuat kebijakan pemungutan ke pajak bukannya kepada warteg namun kepada pengusaha tambang ataupun pengusaha asing. Tambah Ranto.
Pungutan pajak warteg 10% dari 60 juta/tahun, membuka ruang korupsi baru pada tubuh pemprov DKI Jakarta dan rawan korupsi sehingga KGJ-UMT sedang mengalang pertemuan dan konsolidasi pengusaha warteg di daerah DKI Jakarta. [ventje]
DAMPAK NYATA GLOBALISASI
Era globalisasi dewasa ini sudah menjadi kenyataan yang harus dihadapi oleh setiap bangsa dan negara, tidak terkecuali Indonesia. Proses interaksi dan saling mempengaruhi, bahkan pergesekan kepentingan antar bangsa terjadi dengan cepat dan mencakup masalah yang semakin kompleks. Batas-batas teritorial negara tidak lagi menjadi pembatas bagi kepentingan masing-masing bangsa dan negara. Di bidang ekonomi terjadi persaingan yang semakin ketat, sehingga semakin mempersulit posisi negara-negara miskin. Sementara itu dalam bidang politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan terjadi pula pergeseran nilai. Misalnya, globalisasi di bidang politik tampak bahwa demokrasi dan HAM telah dijadikan oleh dunia internasional untuk menentukan apakah negara tersebut dinilai sebagai negara beradab atau bukan.

Globalisai berasal dari kata globe, artinya bola dunia. Globalisasi berarti sesuatu hal yang berkaitan dengan dunia internasional, atau seluruh alam jagat raya. Adapun arti globalisasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Proses masuknya berbagai hal seperti masalah, kejadian, kegiatan ataupun sikap sehingga menjadi opini dunia. Contoh kejadian kebakaran hutan yang menimbulkan asap dan berdampak global. Sartono Kartodirjo berpendapat bahwa proses globalisasi sebenarnya merupak gejala sejarah yang telah ada sejak jaman prasejarah.

Peristiwa-peristiwa sejarah dunia yang meningkatkan proses globalisasi antara lain :
a. Ekspansi Eropa dengan navigasi dan perdagangan.
b. Revolusi industry yang mendorong pencarian pasaran hasil industri.
c. Pertumbuhan kolonialisme dan imperalisme.
d. Pertumbuhan kapitalisme.
e. Pada masa Pasca Perang Dunia II meningkatlah telekomunikasi serta transportasi mesin jet.
f. Pentingnya Globalisasi bagi Indonesia

Globalisasi memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia yang sedang membangun yaitu dengan mengambil manfaat dari kemajuan-kamajuan yang telah dicapai oleh bangsa atau negara lain, untuk diterapkan di Indonesia. Indonesia seharusnya hanya mengambil kemajuan dari sisi positifnya saja, baik itu kemajuan di bidang ekonomi, politik, social, budaya, maupun teknologi. Untuk itu nilai-nilai Pancasila harus kita gunakan sebagai penyaring dari nilai yang diambil, karena nilai-nilai Pancasila sesuai dengan situasi dan kondisi dari bangsa Indonesia. Pancasila bersumber dari agama dan adat istiadat yang digali dari bumi Indonesia. Jika mengambil suatu hal atau barang yang berasal dari luar negeri, tetapi tidak sesuai nilai-nilai Pancasila, maka yang terjadi adalah kaburnya jati diri bangsa Indonesia. Sesuatu yang modern memang diperlukan tetapi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai yang sudah berakar dalam diri bangsa Indonesia.
Sebagai anggota masyarakat dunia, Indonesia pasti tidak dapat dan tidak akan mengisolasi diri dari pergaulan internasional. Andaikata isolasi diri itu terjadi, sudah dapat dipastikan Indonesia tidak akan mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Ini artinya tidak lain bahwa didalam hubungan internasional terjadi apa yang dinamakan saling hubungan dan saling ketergantungan antara negara satu dengan negara lainnya. Globalisasi memang sering digambarkan sebagai sebuah gejala ekonomi, yang ditandai dengan munculnya banyak perusahaan multinasional, yang beroperasi melintasi batas-batas wilayah negara. Hal ini mempengaruhi proses produksi dan penyebaran tenaga kerja internasional. Namun sesungguhnya lebih luas dari itu. Sebab selain bidang ekonomi, juga menyangkut bidang politik, social dan budaya. Semua bidang itu digerakan oleh perkembangan informasi dan teknologi komunikasi yang telahmampu meningkatkan kecepatan dan lingkup hubungan antar manusia diseluruh penjuru dunia.

Contoh yang masih sangat actual adalah apa yang beberapa waktu yang lalu terjadi di Yogyakarta, tepatnya peristiwa tanggal 27 Mei 2006, yaitu gempa bumi. Dalam waktu sekejap, apa yang terjadi di Yogyakarta tersebut langsung dapat diketahui oleh hampir seluruh manusia yang ada di dunia ini. Contoh lain adalah perebutan piala dunia sepakbola atau cabang olahraga yang lain. Hampir semua mata orang sedunia dapat menyaksikan pertandingan tersebut tanpa harus datang ke negara penyelenggara. Dari beberapa contoh ini kita tahu bahwa globalisasi sesungguhnya telah merambah ke segenap bidang kehidupan kita.

Dampak Globalisasi terhadap Berbagai kehidupan Masyarakat
Sekarang ini globalisasi berkembang dalam skala yang luas, dan dipercepat oleh mengalirnya arus informasi secara bebas. Globalisasi telah merambah ke berbagai penjuru dunia. Kita dapat merasakan cirri-ciri yang nampak dihadapan kita, diantaranya :

a). Padat Informasi
Saat ini informasi begitu penting bagi masyarakat. Sedikit tertinggal dari informasi, seakan sudah ketinggalan zaman. Informasi yang actual, terbaru adalah menjadi dambaan banyak orang. Hal Ini menyebabkan orang berlomba menggunakan jasa layanan internet, dsb.

b). Kompetiisi yang sehat
Mode dan ciri khas dari gaya hidup manusia. Seakan manusia berlomba dengan hidup bergaya. Sekarang banyak orang berpakaian dengan berbagai mode masa kini, banyak pakaian berbagai mode bergantung di setiap sudut pasar, banyak pila orang makan dengan berbagai pilihan, di kafe, restoran siap saji, dsb.

c). Komunikasi yang lancer
Dewasa ini banyak produk-produk sarana komunikasi yang praktis sehingga orang mudah menerima, atau menyampaikan suatu informasi kepada orang lain. Misalnya menggunakan antene parabola untuk mempermudah menerima siaran televise dari negara lain. Menggunakan telepon berlayar televise, sehingga ketika bicara seakan kita dalam satu ruangan.

d). Keterbukaan
Di era globalisasi ini, tidak ada lagi sesuatu yang tertutup. Semua serba terbuka, baik dalam bidang politik, ekonomi, social budaya sehingga segala kebijakan yang diambil pemerintah mudah diketahui masyarakat. Masyarakat pun bebas memberikan berbagai komentarnya. Tak jarang, berbagai komentar itu lepas dari konteks yang sebenarnya. Namun di era terbuka ini, semua memiliki kebebasan mengeluarkan pendapat.
Pada suatu siang, dua remaja yang sedang cekikikan di depan monitor komputer memanggil semua saudara mereka sejumlah 6 orang, laki-laki dan perempuan remaja dan anak-anak berusia 8 tahun. Apa yang mereka tertawakan dengan nikmat? Gambar hati tertembus (maaf) penis, yang baru saja diterima dari seorang rekannya. Tidak ada dunia yang tidak dilanda pornografi, mulai dari internet sampai kepada tampilan handphone yang mini bisa menjadi ajang menikmati pornografi. Dewi Eros (erotica) tak pelak lagi menjadi dewi yang397aling berkuasa di era globalisasi saat ini.
Rupanya memang telah terjadi pergeseran paradigma dalam soal agama. Agama lama yang masih formal diakui umat manusia dan Allah atau Tuhan yang benar, sedang dimarginalisasi oleh dewa-dewi baru, yang ternyata lebih menarik dan lebih meyakinkan banyak manusia di dunia. Materi, kenikmatan, kekerasan dan erotisme sedang menguasai sanubari kita dan ternyata semua itu tidak membuat kita menjadi manusia bebas melainkan menjadi manusia yang semakin terpenjara dan terbelenggu. Karena itu, globalisasi dalam bentuk dewa-dewi baru itu tidak lebih dari dewa-dewi palsu (pseudo-lords) yang menyesatkan; yang karenanya seharusnya diwaspadai dan disiasati.supaya tidak memerangkap kehidupan kita. Kita harus kembali memberi tempat pada Tuhan yang asli dalam kehidupan kita, dalam relasi-relasi kita, baik relasi dengan sesama manusia maupun dengan lingkungan hidup kita. Dengan memberi tempat pada Tuhan yang asli dalam sanubari kita, maka relasi-relasi kemanusiaan kita yang asli dan hakiki akan pulih dan akan memberikan kebebasan dan kemerdekaan yang sejati kepada kita.
Dengan mengembalikan Tuhan bertahta dalam hidup kita, maka dewa-dewi globalisasi yang destruktif akan menyingkir dari kehidupan kita. Kita harus mensyukuri keberadaan kita sebagai orang beragama dan ber-Tuhan, karena selalu tersedia kesempatan untuk mengelakkan diri dari pengaruh buruk globalisasi dengan pendampingan dari agama asli yang kita yakini.
Kita sedang merayakan nikmat ibadah Puasa yang sedang dijalani oleh umat Islam di seluruh dunia. Kita menghargai nikmat Allah ini sebagai salah satu wadah yang diberikan Tuhan untuk mengevaluasi pengaruh materi, emosi dan seks dalam hidup kita, sehingga mampu mengendalikan diri dan tidak dikuasai. Itulah hakikat keberagamaan yang dapat menjadi salah satu wadah mengalahkan godaan globalisasi.

(Oleh Setiati widihastuti dan Fajar Rahayuningsih dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan yang diterbitkan oleh PT. Pustaka Insan Madani)

Tidak ada komentar: